AUTHOR: WUWU TAEYEON 03
TITTLE: NOONA, SARANGHAE! (CHAPTER 1)
CAST:
ALL SHINEE MEMBERS
KIM TAEYEON
GENRE: FRIENDSHIP, COMEDY, LITTLE BIT ROMANCE, BROTHERSHIP, NOONA-DONGSAENG-SHIP/?
RATING: PG15
DISCLAIMER: THE PLOTS IS MINE, BUT THE CASTS IS BELONGS TO THEIR GOD, PARENTS, AND THEIR AGENCY.
A/N: HARGAILAH KARYA ORANG LAIN DENGAN BERKOMENTAR ATAU LIKE-ING.
Happy reading^^
….
Seorang yeoja bersurai coklat keemasan sedang duduk bersila dikarpet rumahnya yang mewah itu. Sesekali, ia menengok kearah jam yang bertengger didinding rumahnya.
“Haish, kemana anak-anak itu?” Gumamnya sembil melirik arah pintu rumahnya dengan perasaan sedikit kesal.
TING TONG…
“Itu pasti mereka!” Ucapnya girang sambil beranjak dari posisi sebelumnya dan membukakan pintu untuk orang yang mengebel rumahnya.
Begitu pintu dibuka, terlihatlah 5 namja yang masih SMP berwajah cute yang memakai pakaian yang em… cute dan colourful.
Begitu pintu dibuka, terlihatlah 5 namja yang masih SMP berwajah cute yang memakai pakaian yang em… cute dan colourful.
“Annyeong noona. Noona, mianhae, kita telat, tadi macet!” Anak yang paling tinggi diantara mereka berucap. “Ne noona, bagaimana? Kami tetap diterima kan?” Lanjut anak yang berwajah cute dan tingginya sedang. “Hahaha, ne, gwaenchana, maksudmu kalau kalian telat, kalian tidak boleh berlatih, begitu? Hahaha, kau ada ada saja, Taemin-ah.” Jawab yeoja yang disapa ‘noona’ tersebut. “Taeyeon noona, ayo kita segera berlatih!”
“Jonghyun-ah, kau semangat sekali, kajja! Oh ya, Jinki-ah, Jonghyun-ah, Kibum-ah, Minho-ah, Taemin-ah, taruh sepatu kalian di rak sepatu!” Si Yeoja yang bernama Taeyeon melihat sepatu ‘murid-murid’-nya itu berantakan, kemudian ia menyuruh 5 anak remaja tersebut merapihkanya. 5 anak remaja itupun melaksanakanya.
“Kajja!” Ajak Taeyeon untuk masuk ke ruang untuk berlatih (entah itu untuk berlatih apa) miliknya (yah, milik keluarga Taeyeon juga).
“Jonghyun-ah, kau semangat sekali, kajja! Oh ya, Jinki-ah, Jonghyun-ah, Kibum-ah, Minho-ah, Taemin-ah, taruh sepatu kalian di rak sepatu!” Si Yeoja yang bernama Taeyeon melihat sepatu ‘murid-murid’-nya itu berantakan, kemudian ia menyuruh 5 anak remaja tersebut merapihkanya. 5 anak remaja itupun melaksanakanya.
“Kajja!” Ajak Taeyeon untuk masuk ke ruang untuk berlatih (entah itu untuk berlatih apa) miliknya (yah, milik keluarga Taeyeon juga).
5 namja remaja tersebut adalah Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho dan Lee Taemin. Mereka adalah ‘murid’ Taeyeon. Taeyeon adalah seorang pemilik sebuah sekolah entertainment, ia sendiri adalah mantan pelatih dance di ‘agency’-nya.
Kelima namja tersebut memilih kelas privat, yaitu kelas dance yang murid-muridnya mengunjungi ‘tempat latihan’-nya masing-masing dan dijamin tempat tersebut lebih nyaman daripada berlatih dikelas reguler. Taeyeon sengaja ‘turun tangan’ karena memiliki feeling yang kuat kepada 5 anak tersebut.
Ini semua berawal dari..
Ini semua berawal dari..
FLASHBACK
“Taemin-ah! Minho-ah! Kalian mau mendaftar tidak?!” Teriak seorang anak bersuara sedikit cempreng.
“Mendaftar apa?!” Jawab seorang anak yang asyik bermain bola sepak dengan temanya. “Mendaftar masuk ke sekolah entertainment!!” Balas si anak yang mengajak. “MWO?!… Taemin-ah, kita tunda dulu permainanya.” Ucapnya kepada anak yang bermain bola bersamanya-Taemin-. “Sekolah entertainment? Maksudmu, Jonghyun-ah?” Si anak yang bernama Minho bertanya kepada Jonghyun untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan ‘mendaftar masuk ke sekolah entertainment’.
“Mendaftar apa?!” Jawab seorang anak yang asyik bermain bola sepak dengan temanya. “Mendaftar masuk ke sekolah entertainment!!” Balas si anak yang mengajak. “MWO?!… Taemin-ah, kita tunda dulu permainanya.” Ucapnya kepada anak yang bermain bola bersamanya-Taemin-. “Sekolah entertainment? Maksudmu, Jonghyun-ah?” Si anak yang bernama Minho bertanya kepada Jonghyun untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan ‘mendaftar masuk ke sekolah entertainment’.
Jonghyun menatap mata Minho dengan serius. Minho hanya menatap kosong mata Jonghyun. Sebelum berbicara, Jonghyun mengambil nafas yang cukup panjang. Minho lalu mengubah tatapanya yang kosong menjadi heran.
“Aku tahu cita-citamu. Kau ingin menjadi seorang pemain bola, namun kau dilarang orangtuamu, dan kau juga ingin menjadi model bukan?” Tanya Jonghyun. Minho menarik sudut bibirnya. “Ne. Orangtuaku memang melarangku menjadi seorang pemain bola. Aku membuat cita-cita ‘cadangan’ku jika aku tidak ditakdirkan menjadi pemain bola, menjadi seorang model.” Jawab Minho membenarkan ucapan Jonghyun.
Sore itu, angin berhembus lembut. Angin memberikan sedikit ‘kebaikanya’ sore ini. Rambut Minho dan Jonghyun yang sedikit berantakan terkena angin lembut itu. Sore yang indah. Senyuman manis Minho membuat sore ini bertambah indah (menurut author lho ya -_-)
“Kau bisa meraih cita-citamu yang kau sebut ‘cadangan’ tersebut. Tadi aku berjalan-jalan mengendarai sepeda untuk melepas penat dari sibuknya sekolah bersama Key dan Jinki, lalu saat kami mampir ke minimarket ‘DongGuk’, aku melihat setumpuk kertas yang terlihat masih bersih dan baru dicetak.Ternyata kertas itu adalah ….. ” Omongan Jonghyun terputus karena Jonghyun menjauh dari Minho, menghampiri sepedanya dan mengambil secarik kertas yang mirip seperti brosur.
Sore itu, angin berhembus lembut. Angin memberikan sedikit ‘kebaikanya’ sore ini. Rambut Minho dan Jonghyun yang sedikit berantakan terkena angin lembut itu. Sore yang indah. Senyuman manis Minho membuat sore ini bertambah indah (menurut author lho ya -_-)
“Kau bisa meraih cita-citamu yang kau sebut ‘cadangan’ tersebut. Tadi aku berjalan-jalan mengendarai sepeda untuk melepas penat dari sibuknya sekolah bersama Key dan Jinki, lalu saat kami mampir ke minimarket ‘DongGuk’, aku melihat setumpuk kertas yang terlihat masih bersih dan baru dicetak.Ternyata kertas itu adalah ….. ” Omongan Jonghyun terputus karena Jonghyun menjauh dari Minho, menghampiri sepedanya dan mengambil secarik kertas yang mirip seperti brosur.
“Ige…!” Jonghyun menunjukan kertas tersebut kepada Minho. Minho membaca tulisan yang ada dikertas yang dipegang Jonghyun. “Sepertinya ini brosur dari sekolah entertainment yang kau bicarakan barusan, benar ‘kan Kim Jonghyun?“ Tanya Minho sambil tetap membaca kertas tersebut. Jonghyun mengangguk pasti. “Ne.” Jawabnya pendek. “Bukankah ini tentang penerimaan murid baru?”
“Ne, aku, Kibum, Jinki sudah bertekad ingin daftar.” Jawab Jonghyun.
“Ne, aku, Kibum, Jinki sudah bertekad ingin daftar.” Jawab Jonghyun.
Mata Minho membulat saat mengetahui ada kata ‘MODELING CLASS’ diantara berpuluh-puluh kata yang ada dibrosur tersebut. “MWO?! Modeling? Aku ikut!” Jawabnya semangat. Minho mengalihkan pandanganya ke temannya yang tadi bermain bola bersamanya, Lee Taemin. Kemudian Minho menatap mata Jonghyun. “Jonghyun-ah, apakah Taemin bisa ikut?” Tanya Minho.
Jonghyun tidak menjawab.
Jonghyun tidak menjawab.
“Taemin-ah, kemari! Kau tertarik pada dunia entertainment tidak?” Jonghyun langsung saja memanggil Taemin yang sepertinya penasaran dengan apa yang dibicarakan Minho dan Jonghyun. “Entertainment? Aku menyukai dance! Dari bangku kelas 4 elementary school, aku suka pada dance, menari!” Seru Taemin.
“Nah, kau kan suka pada dance, bagaimana kalau kita masuk sekolah entertainment?” Tanya Jonghyun. Taemin menatap Minho menatap Minho dengan tatapan apa-yang-dimaksud-Jonghyun-?- tetapi Minho hanya mengedikan bahunya tanda tidak tahu. “Maksudku, bagaimana kalau kita mendaftar menjadi murid disekolah entertainment ini?” Tanya Jonghyun lagi sambil menyerahkan brosur yang mirip dengan yang dipegang Minho.
Sepertinya Jonghyun mengambil brosur cukup banyak.
Sepertinya Jonghyun mengambil brosur cukup banyak.
“Sekolah entertainment? Kajja! Ayo kita daftar!” Seru Taemin semangat. Minho hanya menatap malas Taemin yang meloncat-loncat kegirangan. “Baiklah, besok bagaimana kalau kita datang ke lokasi sekolah tersebut? Ayo kita tanya lebih lanjut informasinya, lalu jika kita diberi izin orangtua kita, maka kita akan mendaftar, dan akan dilatih menjai seorang entertainer!!” Ucap Jonghyun panjang lebar.
Taemin dan Minho tidak langsung menjawab ucapan Jonghyun tersebut. Taemin berlari ketengah lapangan untuk mengambil bola sepaknya dan kembali kearah Jonghyun dan Minho.
Minho menatap langit-langit yang sudah mulai berwarna jingga.
“Hmm… Kurasa itu ide bagus, yasudah. Kajja, kita pulang kerumah masing-masing, ini sudah terlalu sore.”
Kata Minho.
Minho menatap langit-langit yang sudah mulai berwarna jingga.
“Hmm… Kurasa itu ide bagus, yasudah. Kajja, kita pulang kerumah masing-masing, ini sudah terlalu sore.”
Kata Minho.
“Baiklah. Taemin-ah, karena rumahmu paling dekat dengan lapangan dibanding rumah kami, kami pulang dulu, ne.” Pamit Jonghyun. Taemin mengulas senyum imutnya kepada kedua teman dekatnya tersebut. “Ne. Jonghyun-ah, Minho-ah, Annyeong!” Taemin berjalan menjauh sambil melambaikan tanganya. “Annyeong! Oh, Iya, Besok jangan lupa ne!” Teriak Jonghyun mengingatkan. “NE! AKU TIDAK AKAN LUPA!” Taemin membalas perkataan Jonghyun dengan berteriak lebih kencang karena posisi mereka semakin jauh.
Kemudian Jonghyun menghampiri sepedanya dan menaikinya. Lalu ia menolehkan kepalanya kearah Minho.
“Minho-ah, kau mau ikut?” Tawar Jonghyun melihat Minho yang sepertinya akan berjalan kaki untuk sampai kerumahnya. “Hm… Apa kau tidak merasa direpotkan?” Ingin, tapi ragu. “Ani! Aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Kajja! Aku akan mengantarmu kerumahmu!” Jonghyun memberikan tumpangan kepada Minho. Minho akhirnya menerima tawaran Jonghyun.
Kemudian Jonghyun menghampiri sepedanya dan menaikinya. Lalu ia menolehkan kepalanya kearah Minho.
“Minho-ah, kau mau ikut?” Tawar Jonghyun melihat Minho yang sepertinya akan berjalan kaki untuk sampai kerumahnya. “Hm… Apa kau tidak merasa direpotkan?” Ingin, tapi ragu. “Ani! Aku sama sekali tidak merasa direpotkan. Kajja! Aku akan mengantarmu kerumahmu!” Jonghyun memberikan tumpangan kepada Minho. Minho akhirnya menerima tawaran Jonghyun.
SKIP TIME
“Annyeong, Jonghyun-ah! Gomawo untuk tumpanganya, ne!” Minho melambaikan tanganya kepada Jonghyun yang sepertinya akan segera pulang juga. “Ne, Cheonmalyeo! Besok jangan lupa, ne! Aku pulang dulu, Bye!” Jonghyun mulai mengayuh sepedanya menjauh dari rumah Minho yang tidak jauh dari rumahnya hanya beda 7-8 rumah. Jonghyun kembali kerumahnya dengan perasaan senang dan tidak sabar untuk menanti esok hari. Begitu sudah sampai teras rumahnya, Jonghyun memarkirkan sepedanya.
Jonghyun memencet tombol yang bertuliskan ‘bel’ pada tombolnya.
Tak lama, pintu rumah Jonghyun’s Family dibukakan oleh wanita yang merupakan eomma dari Kim Jonghyun.
“Annyeong, Jonghyun-ah! Gomawo untuk tumpanganya, ne!” Minho melambaikan tanganya kepada Jonghyun yang sepertinya akan segera pulang juga. “Ne, Cheonmalyeo! Besok jangan lupa, ne! Aku pulang dulu, Bye!” Jonghyun mulai mengayuh sepedanya menjauh dari rumah Minho yang tidak jauh dari rumahnya hanya beda 7-8 rumah. Jonghyun kembali kerumahnya dengan perasaan senang dan tidak sabar untuk menanti esok hari. Begitu sudah sampai teras rumahnya, Jonghyun memarkirkan sepedanya.
Jonghyun memencet tombol yang bertuliskan ‘bel’ pada tombolnya.
Tak lama, pintu rumah Jonghyun’s Family dibukakan oleh wanita yang merupakan eomma dari Kim Jonghyun.
“Nak, apa yang kau bawa itu?” Tanya Mrs. Kim ketika melihat anaknya membawa lembaran kertas yang cukup banyak.
“Oh? Ini eomma, aku ingin masuk sekolah entertainment yang berada didekat komplek ini, boleh kan?” Jonghyun meminta izin.
Jonghyun tidak takut ataupun malu meminta izin kepada eommanya karena eommanya Jonghyun tidak pernah membatasi atau melarang hal-hal positif yang dilakukan anaknya.
“Tentu saja boleh. Eomma selalu mengijinkanmu jika kegiatan itu tidak membuatmu capek,” balas Mrs. Kim sambil tersenyum. “Jonghyun-ya, segera berganti baju lalu makanlah! Sudah eomma siapkan.” Lanjut Mrs. Kim.
“Ne, Eomma.” Jonghyun menapaki setiap anak tangga untuk bertemu dengan lantai 2. Rumah Jonghyun tingkat.
“Ne, Eomma.” Jonghyun menapaki setiap anak tangga untuk bertemu dengan lantai 2. Rumah Jonghyun tingkat.
Setelah membersihkan diri, Jonghyun turun ke lantai satu untuk makan malam bersama eomma, dan appanya.
“Jonghyun-ya, kata eommamu, kau ingin masuk kesekolah entertainment ne?” Mr. Kim memulai pembicaraan. “Ne, appa! Kau tahu kan, aku sangat berminat dengan yang namanya ‘menyanyi’!!” Seru Jonghyun. “Hahaha, baiklah, jika kau suka, akan appa dukung!”, Mr. Kim juga selalu mendukung Jonghyun.
“Jonghyun-ya, kata eommamu, kau ingin masuk kesekolah entertainment ne?” Mr. Kim memulai pembicaraan. “Ne, appa! Kau tahu kan, aku sangat berminat dengan yang namanya ‘menyanyi’!!” Seru Jonghyun. “Hahaha, baiklah, jika kau suka, akan appa dukung!”, Mr. Kim juga selalu mendukung Jonghyun.
Other House…
[Choi Minho’s House]
TING TONG….
Minho menekan bel rumahnya. Dengan wajah capek, Minho langsung masuk ke rumahnya tanpa berkata-kata pada maidnya yang bertanya, “tuan muda, anda kemana saja? Nona besar mencari anda.”
Minho langsung melesat kemeja makan. Karena sudah tak bisa menahan laparnya, Minho melupakan bahwa ia masih memakai pakaian main-nya. “Minho-ya, lagi-lagi kau lupa mengganti pakaianmu. Kalau kau tidak bisa menahan rasa laparmu ketika bermain bersama teman-temanmu, jajanlah! Belilah makanan di mini market.” Ujar Mrs. Choi ketika melihat Minho masih memakai pakaian main-nya.
“Eomma selalu berkata seperti itu. Tetapi uang jajanku tidak ditambah-tambah-_-” kata Minho dengan wajah datar.
“Harusnya Minho bisa menyisakan uang jajan yang eomma beri pada pagi hari sebelum sekolah.” Saran Mrs. Choi.
“Bagaimana aku bisa menyisakan, eomma? Buktinya saja eomma hobi meminjam uang yang merupakan sisa uang jajanku…” Minho membeberkan keburukan Mrs. Choi pada para readers.
“Eomma kan belum ambil uang…” Elak Mrs. Choi yang pada dasarnya tidak mau dipermalukan dihadapan para readers.
“Terserah eomma. Oh ne, eomma, besok aku bersana Jonghyun, Key, Jinki, dan Taemin sepakat untuk mendaftar menjadi ‘murid’ di sekolah entertainment.”
“Jadi?”
“Aku meminta izin kepada eomma. Apa aku diizinkan mendaftar?”
“Kau daftar bersama eomma kan? Teman-temanmu juga akan pergi bersama eomma-nya kan?”
“Ani… Dibrosur yang tadi ditunjukan Jonghyun, para ‘calon murid’ bisa mendaftar dulu, lalu beberapa hari kemudian para orangtua bisa menandatangani dan membayar biayanya.” jawab Minho.
“Bagaimana aku bisa menyisakan, eomma? Buktinya saja eomma hobi meminjam uang yang merupakan sisa uang jajanku…” Minho membeberkan keburukan Mrs. Choi pada para readers.
“Eomma kan belum ambil uang…” Elak Mrs. Choi yang pada dasarnya tidak mau dipermalukan dihadapan para readers.
“Terserah eomma. Oh ne, eomma, besok aku bersana Jonghyun, Key, Jinki, dan Taemin sepakat untuk mendaftar menjadi ‘murid’ di sekolah entertainment.”
“Jadi?”
“Aku meminta izin kepada eomma. Apa aku diizinkan mendaftar?”
“Kau daftar bersama eomma kan? Teman-temanmu juga akan pergi bersama eomma-nya kan?”
“Ani… Dibrosur yang tadi ditunjukan Jonghyun, para ‘calon murid’ bisa mendaftar dulu, lalu beberapa hari kemudian para orangtua bisa menandatangani dan membayar biayanya.” jawab Minho.
Mrs. Choi mengambil nafas yang panjang lalu membuangnya dengan perlahan. “Jika itu memang maumu, eomma izinkan.” Sepertinya Mrs. Choi sudah malu kepada para readers karena kartu as-nya sudah dibuka oleh anaknya yang tampannya berlebihan (FYI, Minho itu pacar gue ke 2 hehehe *nyengir Siwon*…#PLETAK)
[Lee Taemin’s house]
TOK… TOK… TOK…
TOK… TOK… TOK…
“Annyeong! That someone inside in my home?” Taemin ber-sok-sok berbahasa inggris. Padahal bahasa inggrisnya berantakan (-_-). Tidak sampai tiga detik, pintu sudah dibukakan oleh eommanya.
“Ah, Taeminnie sudah pulang rupanya. Kajja masuk! Eomma sudah siapkan makan malammu!” Seru Mrs. Lee saat melihat Taemin dan langsung memeluknya, tidak perduli bahwa anaknya berlumuran/? keringat yang em… bau.
“Ne. Eomma! Aku mandi dulu!”
Taemin langsung ‘menyerbu’ masuk kedalam kamarnya.
Taemin langsung ‘menyerbu’ masuk kedalam kamarnya.
[21:30] – KST
Jonghyun’s House
“Jonghyun-ya, cepat tidurlah! Bukankah besok kau ingin mendaftar ke sekolah entertainment?!”
“ne, Eomma…!”
Minho’s House
“Minho-ya, besok kau berencana mendaftar ke sekolah musik bukan? Lekaslah tidur!”
“O.K, Eomma..”
Taemin House
“Taemin-ya, lekas tidu-”
“Good Night, Eomma! Sweet dreams!”
…..
TO BE CONTINUE
Annyeong~
kalian pasti berpikir kok ini FF pendek banget? Iya sebenarnya penger Wuwu panjang in, tapi banyak yang kebelet baca ya udah deh…. Wuwu post dulu^^ okay!
DON’T FORGET TO COMMENT!
JANGAN LUPA BERKOMENTAR!
Annyeong~

No comments:
Post a Comment